8th APCAT Summit, Hasanuddin CONTACT Siap Dorong Program Pengendalian Tembakau di Makassar

oleh

Jakarta, inilahmedia.id – Asia Pacific Cities Alliance for Tobacco Control (APCAT) bersama Vital Strategies, berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, ADINKES, The Union, Bloomberg Philanthropies, dan APCAT Media, menyelenggarakan 8th APCAT Summit bertajuk “Together We Bring Health Solutions” pada 25–28 Januari 2026 di JW Marriott dan Ritz-Carlton Jakarta.

Konferensi tingkat regional ini mempertemukan 121 wali kota dari 12 negara di kawasan Asia Pasifik, yaitu Bangladesh, Singapura, Timor-Leste, Kamboja, India, Indonesia, Lao PDR, Myanmar, Nepal, Filipina, Vietnam, dan Malaysia.

Forum ini menjadi wadah strategis bagi para pemimpin kota untuk memperkuat peran mereka dalam pengendalian tembakau melalui kebijakan yang efektif, peningkatan kesadaran publik, serta penciptaan lingkungan bebas asap rokok. Melalui 8th APCAT Summit, para pemimpin kota di kawasan Asia Pasifik menegaskan kembali komitmen bersama untuk memperkuat kebijakan pengendalian tembakau yang berkelanjutan demi masa depan kesehatan masyarakat yang lebih baik.
Prof. Ridwan Amiruddin selaku Direktur Hasanuddin CONTACT dan selaku Guru Besar FKM UNHAS hadir mendampingi walikota makassar dalam meeting APCAT.

APCAT merupakan aliansi yang berfokus pada pemberdayaan wali kota sebagai aktor kunci dalam agenda pembangunan dan kesehatan di tingkat lokal dan nasional. Melalui pertemuan ini, APCAT bertujuan untuk memperbarui komitmen dan tujuan bersama. membangun komitmen politik yang lebih kuat, membuka peluang kemitraan baru, memastikan penggunaan sumber daya yang berkelanjutan dan efektif, serta memperkuat kinerja dan hasil sistem kesehatan.

Direktur Hasanuddin CONTACT, bersama dengan Pemerintah Kota Makassar siap berkolaborasi untuk menciptakan Kota Makassar sebagai kota yang sehat, melindungi masyarakat dari paparan asap rokok dan bahaya iklan, promosi dan sponsor rokok.

Selama pelaksanaan summit, para wali kota berbagi pengalaman mengenai dampak kesehatan dan ekonomi dari konsumsi tembakau, mendiskusikan aksi percepatan pengendalian tembakau di tingkat kota, serta mengidentifikasi strategi praktis yang dapat diterapkan di tingkat nasional.

Forum ini juga menampilkan berbagai praktik terbaik (best practices) dalam implementasi kebijakan pengendalian tembakau, serta presentasi poster dari sejumlah kota yang memaparkan hasil dan capaian program masing-masing. Menurut Prof. Ridwan, diperlukan langkah strategis dan aksi nyata dalam menerapkan peraturan daerah tentang kawasan tanpa rokok.

Walikota Makassar, Munafri Arifuddin juga sangat mendukung pengendalian tembakau di kota makassar. Perihal ini, harus dikawal bersama baik dari lembaga pengendalian tembakau, akademisi, tokoh masyarakat, tokoh agama, anak muda dan seluruh lapisan masyarakat harus ikut berpartisipasi.